Kau, Buku, dan Perpustakaan

Aku masih mengingat jelas bagaimana raut wajah antusiasmu saat kita membahas perihal buku. Kau begitu bersemangat saat itu. Di sela-sela perbincangan, kau tersenyum lebar. Dan kala itu aku ingin meminta pertanggung jawaban karena senyumanmu telah memorakporandakan hatiku.

Buku dan perpustakaan, kesatuan sempurna yang menjadi saksi bisu awal pertemuan kita. 

"Jatuh cinta pada buku itu mudah. Kamu hanya perlu membacanya dan perlahan kamu akan jatuh sejatuh-jatuhnya pada tiap kata, kalimat, dan paragraf dalam buku tersebut."

Oh, hey, aku bahkan masih mengingat kata-katamu itu!

Kau tahu?

Kini kau benar, aku telah jatuh cinta pada buku kala aku membacanya. Pun aku telah jatuh cinta pada seseorang yang membawaku ke dunia buku. Yaitu kau.

Tapi aku terlambat...

Sebelum aku mengatakan itu semua, kau pergi tiba-tiba. Tanpa ada kata atau kalimat yang kau ucapkan, kau menghilang.

Sekarang tidak ada lagi kita. Tidak ada lagi perasaan menggebu-gebu setiap kali pembahasan kita menyangkut buku. Ya, Tidak ada lagi percakapan tentang buku. Tidak ada lagi aku dan kau berdua di perpustakaan. 

Dan aku hanya bisa menatap lembaran buku dengan tatapan sendu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sedikit Tentang Body Shaming

Budaya Literasi di Indonesia Saat Ini

BE CREATIVE